Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Maret 2014

PENGUKURAN BERAT JENIS ELEKTROLIT BATERAI

created by Adhe N.tawakkal


LAPORAN HASIL PENGUKURAN BERAT JENIS ELEKTROLIT BATERAI

 

Tujuan:

Mengukur berat jenis elektrolit baterai

Alat/Bahan:

Baterai/Aki

Hidrometer

MENGUKUR BERAT JENIS ELEKTROLIT

Lankah Kerja
 Buka Tutup sel baterai.
Ukur berat jenis elektrolit baterai dengan hydrometer dan hasilnya di tulis pada table berikut:

 

Sel.1
Sel.2
Sel.3
Sel.4
Sel.5
Sel.6
1152
1134
1143
1172
1054
1204
1,15
1,13
1,14
1,17
1,05
1,20

 Rata-rata berat jenis elektrolit baterai:

6,84  =1,14       presentase kekosongan =60%

  6

 

Kapasitas yang kosong = presentase X kapasitas baterai

                                          = 60  x 50 AH = 30 AH

                                            100

 

 Arus pengisian normal 10% dari kapasitas:

= 10   x 50 AH = 5 A

  100

 

 

  Waktu pengisian

 

Kapasitas yang kosong:besar arus listrik

 

= 30 AH   = 6 jam

     5 A

 


TABEL PROSENTASE KEKOSONGAN

 

Sabtu, 25 Januari 2014

Arti, FungsiI dan Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

created by Adhe N.tawakkal


1.         Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani. Dengan keselamatan dan kesehatan kerja maka para pihak diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan aman dan nyaman. Pekerjaan dikatakan aman jika apapun yang dilakukan oleh pekerja tersebut, resiko yang mungkin muncul dapat dihindari. Pekerjaan dikatakan nyaman jika para pekerja yang bersangkutan dapat melakukan pekerjaan dengan merasa nyaman dan betah, sehingga tidak mudah capek.
 http://www.anneahira.com/images_wp/kesehatan-dan-keselamatan-kerja-k3-dalam-penggunaan-komputer.jpg
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Dengan menerapkan teknologi pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja, diharapkan tenaga kerja akan mencapai ketahanan fisik, daya kerja, dan tingkat kesehatan yang tinggi. Disamping itu keselamatan dan kesehatan kerja dapat diharapkan untuk menciptakan kenyamanan kerja dan keselamatan kerja yang tinggi. Jadi, unsur yang ada dalam kesehatan dan keselamatan kerja tidak terpaku pada faktor fisik, tetapi juga mental, emosional dan psikologi. 
Meskipun ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja telah diatur sedemikian rupa, tetapi dalam praktiknya tidak seperti yang diharapkan. Begitu banyak faktor di lapangan yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja seperti faktor manusia, lingkungan dan psikologis. Masih banyak perusahaan yang tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja. Begitu banyak berita kecelakaan kerja yang dapat kita saksikan. Dalam pemeparan ini kemudian akan dibahas mengenai permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja serta bagaimana mewujudkannya dalam keadaan yang nyata.

 Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja:
1.    Menurut Mangkunegara, keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.
2.    Menurut Suma’mur (1981: 2), keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.
3.    Menurut Simanjuntak (1994), keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja
4.    Mathis dan Jackson, menyatakan bahwa keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cidera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum fisik, mental dan stabilitas emosi secara umum.
5.    Menurut Ridley, John (1983), mengartikan kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut.
6.    Jackson, menjelaskan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja menunjukkan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan.
7.  Menurut Ramlan Dj, 2006, pelaksanaan keselamatan kerja adalah berkaitan dengan upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh berbagai faktor bahaya, baik berasal dari penggunaan mesin-mesin produksi maupun lingkungan kerja serta tindakan pekerja sendiri.
8.    Ditinjau dari sudut keilmuan, kesehatan dan keselamatan kerja adalah ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja di tempat kerja. (Lalu Husni, 2003: 138).

Setelah melihat berbagai pengertian di atas, pada intinya dapat ditarik kesimpulan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu usaha dan upaya untuk menciptakan perindungan dan keamanan dari resiko kecelakaan dan bahaya baik fisik, mental maupun emosional terhadap pekerja, perusahaan, masyarakat dan lingkungan. Jadi berbicara mengenai kesehatan dan keselamatan kerja tidak melulu membicarakan masalah keamanan fisik dari para pekerja, tetapi menyangkut berbagai unsur dan pihak.

2.         Fungsi Keselamatan dan Kesehatan Kerja
 Fungsi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Fungsi dari Kesehatan kerja:
1.          Identifikasi dan Melakukan Penilaian terhadap resiko dari bahaya kesehatan di tempat kerja
2.          Memberikan saran terhadap perencanaan  dan pengorganisasian dan praktek kerja termasuk desain tempat kerja
3.          Memberikan saran, informasi, pelatihan dan edukasi tentang kesehatan kerja dan APD
4.          Memantau  kesehatan para pekerja
5.          Terlibat dalam proses rehabilitasi pekerja yang mengalami sakit/kecelakaan kerja
6.          Mengelola P3K dan tindakan darurat
Fungsi dari Keselamatan kerja:
1.          Antisipasi, identifikasi dan evaluasi kondisi dan praktek yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja.
2.          Membuat desain pengendalian bahaya, metode, prosedur dan program
3.          Menerapkan, mendokumentasikan dan menginformasikan rekan lainnya dalam hal pengendalian bahaya dan program pengendalian bahaya
4.          Ukur, periksa kembali  keefektifitas pengendalian bahaya dan program pengendalian bahaya
Fungsi Kesehatan dan Keselamatan dalam ilmu K3:
Fungsi Kesehatandan Keselamatan dalam ilmu Kesehatan kerja adalah upaya perlindungan kesehatan para pekerja dengan cara promosi kesehatan, dan meningkatkan  daya tubuh dan kebugaran pekerja.
Sementara fungsi keselamatan adalah menciptakan sistem kerja yang aman atau yang mempunyai potensi resiko yang rendah terhadap terjadinya kecelakaan
Berdasarkan Pengertian K3 diatas, kita dapat menarik kesimpulan mengenal fungsi K3. Fungsi K3 ini antara lain sebagai berikut :
1.          Setiap Tenaga Kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktifitas nasional. 
2.          Setiap orang yang  berbeda ditempat kerja perlu terjamin keselamatannya 
3.          Setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien. 
4.          Untuk mengurangi biaya perusahaan jika terjadi kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja karena sebelumnya sudah ada tindakan antisipasi dari perusahaan.

3.         Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Menurut Ramlan Dj, 2006 tujuan kesehatan kerja adalah :
a.       Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja disemua lapangan pekerjaan ketingkat yang setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun kesejahteraan sosial. 
b.      Mencegah timbulnya gangguan kesehatan masyarakat pekerja yang diakibatkan oleh keadaan/kondisi lingkungan kerjanya seperti kecelakaan akibat kerja.
c.       Memberi perlindungan bagi pekerja saat melaksanakan pekerjaannya dan kemungkinan terjadinya bahaya yang disebabkan oleh faktor-faktor yang membahayakan kesehatan di tempat kerja.
d.      Menempatkan pekerja disuatu lingkungan pekerjaan berdasarkan keterampilan, kemampuan fisik dan psikis pekerjaannya.
Adapun tujuan dari keselamatan kerja adalah :
a.       Melindungi keselamatan pekerja dalam melakukan pekerjaannya untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produktifitas nasional.
b.      Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada ditempat kerja.
c.       Sumber produksi terpelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.
Tujuan Kesehatan dan Keselamatan berdasarkan ilmu K3
Kesehatan kerja memiliki tujuan sebagai berikut
1. Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja
2. Meningkatkan derajat kesehatan pekerja melalui promosi K3
3. Menjaga status kesehatan dan kebugaran pekerja pada kondisi yang optimal

Keselamatan kerja memiliki tujuan sebagai berikut
1. Menciptakan system kerja yang aman mulai dari input, proses dan out put
2. Mencegah terjadinya kerugian baik moril ataupun materil akibat terjadinya kecelakaan
3. Melakukan pengendalian terhadap resiko yang ada di tempat kerja
 PENUTUP
Dari pemaparan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu usaha dan upaya untuk menciptakan perlindungan dan keamanan dari resiko kecelakaan dan bahaya baik fisik, mental maupun emosional terhadap pekerja, perusahaan, masyarakat dan lingkungan. Jadi kesehatan dan keselamatan kerja tidak melulu berkaitan dengan masalah fisik pekerja, tetapi juga mental, psikologis dan emosional.
Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu unsur yang penting dalam ketenagakerjaan. Oleh karena itulah sangat banyak berbagai peraturan perundang-undangan yang dibuat untuk mengatur nmasalah kesehatan dan keselamatan kerja. Meskipun banyak ketentuan yang mengatur mengenai kesehatan dan keselamatan kerja, tetapi masih banyak faktor di lapangan yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja yang disebut sebagai bahaya kerja dan bahaya nyata. Masih banyak pula perusahaan yang tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja sehingga banyak terjadi kecelakaan kerja.
Oleh karena itu, perlu ditingkatkan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja yang dalam hal ini tentu melibatkan peran bagi semua pihak. Tidak hanya bagi para pekerja, tetapi juga pengusaha itu sendiri, masyarakat dan lingkungan sehingga dapat tercapai peningkatan mutu kehidupan dan produktivitas nasional.
Sumber:

http://cai-sl.blogspot.com/2012/07/pengertian-dan-tujuan-keselamatan-kerja.html                                                   
http://kesiangansekolah.blogspot.com/2013/04/pengertian-peran-syarat-tujuan-k3lh.html#chitika/

 

Tindakan Tidak Aman yang Dilakukan oleh Tenaga Kerja

created by Adhe N.tawakkal



Tindakan Tidak Aman yang Dilakukan oleh Tenaga Kerja - Adalah tidak mungkin menghilangkan kecelakaan kerja hanya dengan mengurangi keadaan yang tidak aman, karena pelaku kecelakaan kerja adalah manusia. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEio_BIA9qbXOhdXES24cnJZJb0lX1F_JQ_1fK49tFqkLaCecvJIKr-t78VBzLUWv9R0ypNLf-R-UJH-L0oadFwrUJ2MTfSACoSFrmdLDhyDQW_n2AtaSPzQ_eocW2syc3xSLdUbZoDWlFZN/s320/images+%25285%2529.jpg

Para ahli belum dapat menemukan cara yang benar-benar jitu untuk menghilangkan tidakan karyawan yang tidak aman. Tindakan-tindakan tersebut adalah:
  1. Melempar atau membuang material.
  2. Mengoperasikan dan bekerja pada kecepatan yang tidak aman, apakah itu terlalu cepat ataupun terlalu lambat.
  3. Membuat peralatan keselamatan dan keamanan tidak beroperasi dengan cara memindahkan, mengubah setting, atau  memasangi kembali.
  4. Memakai peralatan yang tidak aman atau menggunakannya secara tidak aman.
  5. Menggunakan prosedur yang tidak aman saat mengisi, menempatkan, mencampur, dan mengkombinasikan material.
  6. Berada pada posisi tidak aman di bawah muatan yang tergantung. Menaikkan lift dengan cara yang tidak benar.
  7. Pikiran kacau, gangguan penyalahgunaan, kaget, dan tindakan kasar lain.
Tindakan-tindakan seperti ini dapat menyebabkan usaha perusahaan atau tempat kerja meminimalkan kondisi kerja yang tidak aman menjadi sia-sia. Oleh karena itu  kita harus mengidentifikasi penyebab tindakan-tindakan di atas. Hal-hal berikut ini dapat dipakai sebagai alat bantu dalam mengidentifikasi tindakan-tindakan di atas:
  1. Karakteristik pribadi karyawan.
  2. Karyawan yang mudah mengalami kecelakaan (accident prone).
  3.  Daya penglihatan karyawan.
  4. Usia karyawan
  5. Persepsi dan ketrampilan gerak karyawan
  6. Minat karyawan.

P3K atau Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan adalah pertolongan sementara yang diberikan kepada seseorang yang menderita sakit atau kecelakaan sebelum mendapat pertolongan dari dokter.
Sifat dari pertolongan pertama adalah memberikanperasaan ketenangan kepada korban, mencegah atau mengurangi rasa takut dan gelisah dan mengurangi bahaya yang lebih besar.
Memberi pertolongan pertama, yaitu:
1.    memanggil dokter secepat mungkin
2.    menghentikan pendarahan
3.    mencegah shock dan infeksi
4.    memperbaiki pernapasan
Tujuan, prinsip dan peralatan P3K
Sebelum melakukan penyelamatan, kita harus yakin maksud dan tujuan dari P3K itu sendiri. pertolongan pertama adalah pertolongan sementara yang diberikan kepada seseorang yang sakit secara mendadak atau orang yang mendapat kecelakaan, di jalan maupun di dalam rumah sebelum mendapat pertolongan oleh dokter atau tenaga medis yang berwenang.

Tujuan P3K
a.    Mencegah terjadinya bahaya maut
b.    Mencegah terjadinya infeksi
c.    Mencegah adanya cacat yang lebih berat
d.    Memberi perasaan tenang kepada penderita
e.    Mengurangi penderitaan si korban.

Prinsip P3K
a.    Berpikir sebelum melangkah dan melangkah sesuai dengan rencana. Hal ini sangat perlu agar sesuai dengan tujuan yang akan dicapai
b.    Pengamanan, meliputi sebagai berikut:
1)    Pengamanan diri sendiri
2)    Atur keamanan bagi orang lain
3)    Atur pengamanan bagi korban.

c.    Komunikasi
1)    Pemberitahuan secara jelas dan tepat, sangat menentukan kedatangan tenaga kesehatan
2)    Apabila memanggil dokter atau polisi perlu dikabarkan secara jelas, antara lain sebagai berikut:
-    Siapa yang melapor
-    Tempat kecelakaan
-    Penyebab kejadian
-    Jumlah korban
-    Situasi dan tipe luka.
3)    Sebaiknya bukan pelaku P3K yang memberitahukan atau melapor, tetapi harus orang lain
4)    Penanganan korban
-    Pengumpulan keterangan
-    Apabila korban sadar, menanyakan nama dan tempat tinggal
-    Menanyakan daerah mana yang sakit
-    Perhatikan apakah ada pendarahan
-    Jangan sekali-kali meninggalkan korban sendirian
-    Hasil pengamatan harus dikumpulkan atau dipadukan.

Peralatan P3K
a. Umum
Pertolongan yang tepat dan cepat bermutu tidak selalu menggunakan obat atau alat yang mahal dan serba sulit dipakai, justru kebalikannya melakukan P3K harus diusahakan bahan yang murah, mudah dicari di sekeliling, demi menjamin kecepatan pertolongan. Di samping itu, jangan dilupakan beberapa bahan tradisional yang bermanfaat dan dapat digunakan dalam rangka improvisasi P3K.

b. Bahan
1) Bahan yang digunakan pelaku P3K adalah obat yang mudah diperoleh dan gampang digunakan
2) Bahan-bahan yang minimal tersedia adalah sebagai berikut:
a. Sabun atau alkohol: untuk membersihkan atau mencuci luka
b. Boorwater, lison: bahan untuk mencuci luka
c. Paracetamol: untuk mengurangi rasa nyeri
d. Amoniak: untuk menyadarkan penderita.

c. Alat P3K
Alat yang diperlukan pelaku P3K adalah alat yang murah, mudah dibuat sendiri, dan mudah menggunakannya, misalnya sebagai berikut:
-    pembalut cepat
-    pembalut biasa
-    pembalut segitiga
-    kapas atau bahan yang serupa fungsinya
-    bidai
-    gunting
-    pinset.

d. Ambulans
Ini memang sangat ideal untuk mengangkut korban, tetapi perlu juga seorang pelaku P3K dilatih agar mengangkat atau mengusung korban, yaitu sebagai berikut:
-    Mengusung dengan tandu
-    Mengusung dengan sepeda atau sepeda motor
-    Menggunakan perahu-perahu motor. Ini biasanya digunakan untuk mengusung korban dari kapal satu ke kapal lain
JENIS KECELAKAAN DENGAN USAHA DALAM P3K

1.      SHOCK

Yaitu suatu keadaan yang timbul yang disebabkan oleh kehilangan darah, perasaan sakit yang luar biasa, psikis yang terganggu.
         Tanda-tanda umum dari Shock :
  1. Kulit dan muka korban pucat dan terasa dingin
  2. Nadinya cepat
  3. Pernafasan cepat
  4. Korban tidak mengacuhkan keadaan sekeliling dan sering menguap
  5. Korban merasa haus
  6. Kesadarannya hilang atau berkurang
         Usaha Pencegahan dan Perbaikan Shock :
  1. Letakkan korban terlentang dengan kepala lebih tinggi dari kaki
  2. Selimutilah tubuh korban dengan selimut yang tebal supaya hangat
  3. Jika korban masih sadar berilah minuman yang hangat. Tapi kalau ada yang luka dalam perut jangan sekali-kali diberi minum
  4. Kalau korban pingsan, letakkan amoniak dibawah hidungnya
  5. Sedapat mungkin hilangkan perasaan sakit
  6. Pindahkan korban ke tempat yang aman dengan hati-hati

2.  PENDARAHAN

Pendarahan arteri warnanya merah muda, darah keluar dengan memancar sesuai dengan denyutan jantung,
Pendarahan vena warnanya merah tua, keluar cepat tidak ada pancaran
      Tindakan Terhadap Pendarahan Luar :
a.      Menekan dengan Pembalut Tekan
Cara pelaksanaannya yaitu di atas luka diletakkan kain kasa, kemudian dibalut kuat dengan kain pembalut. Kain kasa akan menutupi dan menekan darah yang keluar. Pendarahan vena dan pendarahan yang tidak berat dapat dihentikan dengan cara tersebut. Kalau tidak ada kain kasa, dapat juga dipergunakan sapu tangan yang bersih. Jika terjadi pendarahan di tangan atau kaki harus diangkat ke atas.
b.      Menekan dari atas Tempat Tekanan
Caranya :
-          Pendarahan kepala diatas mata, tekan di depan telinga.
-          Pendarahan pipi, tekan pada lekuk rahang bawah, kira-kira 2-4 cm depan sudut tulang rahang.
-          Pendarahan pada leher atau tenggorokan, letakkan ibu jari dibelakang leher, jari-jari tangan pada pinggir tenggorokan. Dengan satu jari disebelah atas luka dan satu jari disebelah bawah, lalu tekanlah kedua jari ke arah ibu jari.
-          Pendarahan pada 2/3 bagian lengan bawah dan tangan. Letakkan jari-jari tangan diantara siku dan ketiak pada lengan atas sebelah dalam, ibu jari disebelah luar. Tekan ibu jari tangan dan jari-jari tangan pada tulang antara ibu jari dan jari-jari tangan.
-          Pendarahan pada bahu, ketiak, dan lengan bagian atas. Letakkan ibu jari atau jari-jari tangan dalam lekukan dibelakang tulang belikat korban, tekanlah diatas permukaan tulang rusuk yang pertama.
-          Pendarahan pada paha, betis, dan kaki bawah. Letakkan telapak tangan dibawah lipatan paha, tempat tekanan arteri untuk bagian bawah.
c.       Menahan Pendarahan dengan Tourniquet
-          Tanda pendarahan di paru-paru dapat diketahui bila korban batuk mengeluarkan darah.
-          Pendarahan di perut dapat diketahui bila korban muntah mengeluarkan darah.
Untuk mengetahui adanya pendarahan pada organ tubuh bagian dalam lainnya dapat diketahui dari tanda-tanda umum pada diri penderita :
-          Perasaan takut dan gelisah
-          Perasaaan haus dan lemah
-          Muka pucat
-          Ingatan kurang
-          Nadi cepat
      Pertolongan pertama yang dapat diberikan :
  1. Memanggil dokter secepat mungkin
  2. Menghindari dari shock
  3. Jangan memberi rangsangan untuk terjadinya pendarahan yang lebih parah
  4. Jika pendarahan terletak di perut, jangan memberi sesuatu lewat mulut           
     

3.  PERNAPASAN BERHENTI (Asphyxia)

Sebab-sebabnya adalah :
  1. Terhalangnya udara yang masuk ke dalam paru-paru, misalnya karena tercekik, kemasukan benda asing ke dalam tenggorokan, atau kemasukan air karena tenggelam.
  2. Kelumpuhan pada pusat pernapasan di otak, misalnya karena pukulan keras di kepala atau perut, udara yang terlalu dingin atau panas, terkena aliran listrik.
  3. Sel-sel darah merah tidak dapat bekerja dengan baik.
  4. Oksigen kurang dalam udara, misalnya di ruangan yang tertutup rapat.
      Pertolongan Pertama yang Dilakukan :
  1. Memindahkan korban ke tempat yang udaranya bersih.
  2. Mengeluarkan segala benda yang menyumbat tenggorokan
  3. Menutup badan korban dengan selimut supaya hangat
  4. Melakukan pernapasan buatan                                                                                                     
 4. KENA ARUS LISTRIK
Tanda-tanda orang kena shock listrik :
  1. Kesadaran hilang
  2. Pernapasan berhenti, karena lumpuhnya pusat pernapasan
  3. Kadang-kadang luka terbakar hebat

5. PERNAPASAN BUATAN        

Pedoman untuk orang yang melakukan pernapasan buatan :
  1. Pernapasan harus dilakukan dengan segera karena waktu sangat berharga
  2. Harus dilakukan dengan cara yang benar karena apabila dilakukan dengan cara yang kurang sempurna maka pertolongan itu tidak ada gunanya sama sekali
  3. Pernapasan buatan harus dilakukan terus sampai si korban bernapas kembali
  4. Apabila pernapasan buatan sudah kelihatan berhasil, jangan dihentikan dulu karena kadang-kadang pernapasan dapat berhenti lagi
  5. Penderita harus terus diawasi dan diberi pertolongan sampai ia dapat bernapas secara normal kembali
  6. Yang menghalangi jalannya pernapasan hendaknya dihindarkan
      Cara Melakukan Pernapasan Buatan
  1. Cara Silvester, dapat segera dimulai dan hanya membutuhkan seorang penolong :
-          Posisi Penderita : tidur terlentang, tangan direntangkan di samping badan
-          Posisi Penolong : duduk dibagian kepala korban, duduk diatas lutut dan kaki ke arah belakang, bila lutut lelah dapat diganti dengan kaki
-          Pelaksanaannya : peganglah lengan bawah si korban dekat siku. Angkatlah kedua belah lengan ke atas dan ke belakang sampai menyentuh lantai. Kemudian kedua lengan ditarik ke atas, ke muka sampai memberi tekanan diatas dada. Penarikan dan pengeluaran napas dilakukan menurut irama yang tetap antara 10-12 kali per menit kelihatan bernapas.
        2.   Cara Schafer,dilakukan sebagai berikut :
-          Posisi Korban : korban direbahkan tengkurap. Kepala dimiringkan supaya mulut dan hidung tidak kemasukan tanah. Tangan direntangkan ke atas.
-          Posisi Penolong : penolong berlutut sehingga badan  si korban ada diantara kedua lutut penolong. Muka diarahkan kepada korban.
-          Pelaksanaannya : letakkan kedua telapak tangan pada tulang rusuk sebelah bawah dan kedua ibu jari sejajar dengan tulang punggung. Dengan lengan lurus bungkukan ke depan sehingga kedua tangan menekan rongga dada secukupnya. Dengan cara ini terjadi pengeluaran napas setelah itu tegakkan badan secara semula sehingga tekanan dari dada lenyap.
        3.   Cara Holger Nielson (yang paling baik digunakan) :
-          Posisi Korban : korban ditengkurapkan dengan kedua tangannya untuk bantal, juga untuk mencegah supaya kotoran tidak masuk ke dalam mulut.
-          Posisi Penolong : penolong berlutut atau berdiri diatas kaki dan lutut di depan di depan kepala korban. Kedua belah telapak tangan diletakkan pada punggung korban diatas tulang belikat kanan dan kiri.
-          Pelaksanaannya : tekanlah punggung korban dengan kedua belah tangan selama dua detik (dengan menghitung satu, dua, tiga) dan pada hitungan keempat tekanan tangan dilepas, dan tangan digeser ke siku korban. Tarik tangan ke atas dan ke belakang selama dua detik sehingga rongga dada mengembang. Dua detik berikutnya tangan penolong kembali bergerak ke punggung. Gerakan itu dilakukan secara berganti dengan irama tetap sampai terlihat tanda-tanda muka merah dan mulai bernapas.
 6.  PATAH TULANG


-          Patah tulang tertutup, kalau tidak ada kerusakan pada kulit
-          Patah tulang terbuka, kalau ujung-ujung tulang yang patah menusuk kulit sampai kelihatan keluar
      Tanda-Tanda patah Tulang :
  1. Terasa sakit pada tempat yang patah, lebih-lebih kalau digerakkan
  2. Tidak mungkin dapat bergerak
  3. Kalau ujung-ujung tulang yang patah mendorong ke dalam, lengan atau kaki akan menjadi lebih pendek
  4. Tempat patah tulang membengkak, terhadap patah tulang tertutup, penolong harus bertindak harus lebuh berhati-hati, karena kalau salah bertindak, patah tulang tertutup dapat menjadi patah tulang terbuka yang akan lebih berbahaya karena dapat mengakibatkan infeksi
      Tindakan Yang Harus Dilakukan :
Tidurkan korban dan berikan selimut. Jika ada pendarahan, segeralah hentikan pendarahan itu kalau tidak sangat perlu korban jangan dipindahkan. Selanjutnya pasanglah spalek. Jangan mencoba menarik untuk menempatkan ujung-ujung tulang ke tempat asalnya, karena hanya dokter yang sanggup melakukan hal itu.
      Tanda-Tanda Patah Tulang Selangka :
Kalau korban duduk tegak atau berdiri, bagian bahu yang patah tulang selangkanya akan lebih rendah dari bahu lainnya.
      Tindakan Yang Harus Dilakukan :
Meletakkan pengganjal dibawah ketiak. Lakukanlah pembalutan dengan kain segitiga. Gunakanlah dua buah pembalut segitiga. Satu untuk merekatkan lengan ke badan, dan satu lagi untuk menggendong lengan bawah. Balutan tidak boleh terlalu kencang, supaya peredaran tidak terganggu.
      Tanda-Tanda Patah Tulang Punggung :
  1. Leher dan tulang belakang terasa sakit
  2. Jika korban tidak dapat menggerakkan jari-jarinya kemungkinan tulang leher yang patah
  3. Jika korban tidak dapat menggerakkan kaki dan jari-jari kaki, kemungkinan ada tulang belakang bagian bawah yang patah
      Tindakan Yang Harus Dilakukan :
  1. Segera memanggil dokter
  2. Kalau tidak perlu sekali, korban jangan dipindahkan
  3. Hangatkan badannya dengan selimut tebal                                                         

7.  PEMBALUTAN

Pada umumnya pembalutan digunakan sebagai :
  1. Penutup luka, untuk menjaga penularan dan pengaruh dari luar yang berbahaya. Pembalutan juga digunakan untuk menahan pendarahan kecil
  2. Pikulan dan tahanan. Supaya anggota tubuh yang luka dan sakit dapat dipikul dan ditahan
  3. Pembalut tekan
  4. Pembalut penarik dalam menangani patah tulang
      Macam-Macam Pembalut :
  1. Pembalut Cepat
  2. Kain Segitiga (mitella)
  3. Pembalut Gulung
                    Berikut penjelasannya :
1.  Pembalut Cepat
Cara menggunakan pembalut cepat :
  1. Pembalut dipegang dengan tangan kiri, kemudian tali yang terpanjang ditarik
  2. Dekatkan pembalut diatas luka
  3. Kedua tangan memegang pembalut luka
  4. Renggangkan tangan sampai pembalut terbuka
  5. Tekan kompres diatas luka kira-kira ¾  pembalut kasa ada diatas kompres. Balut sampai selesai
2.  Kain Segitiga (mitella)
Membalut dengan kain segitiga banyak sekali digunakan orang. Panjang sisi alas segitiga 128 cm, dan panjang sisi miring 90 cm. biasanya kain segitiga dilipat menjadi 6. Kain banyak dipergunakan untuk pembalut kepala, pembalut bahu, pembalut panggul, pembalut seluruh tangan, pembalut kaki dan pembalut lutut. Kain segitiga juga digunakan untuk menggendong tangan. Kain segitiga untuk menggendong tangan dan melekatkan lengan ke  badan pada patah tulang selangka.
3.      Pembalut Gulung
Pembalut gulung dapat dibuat dari kain kasa, kain flanel dan kain biasa. Ukuran pembalut gulung ada yang 6 cm, 8 cm dan 10 cm.                                                                                                                          
  Cara Membalut Dengan Pembalut Gulung :
  1. Luka di perut dilihat dari belakang
  2. Luka di dada
  3. Luka di perut dilihat dari depan
  4. Luka pada bahu
  5. Luka pada paha dan perut bagian bawah
  6. Luka pada paha kanan
Sumber:
http://www.henryds.com/2013/05 /tindakan-tidak-aman-yang-dilakukan-oleh-tenaga-kerja/